Potretbekasi.com | Kota Bekasi - Beragam inovasi warga dalam mengelola lingkungan dan mengembangkan potensi ekonomi menjadi p
erhatian dalam kunjungan lapangan Lomba Anugerah Gapura Sri Baduga di Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, tim penilai TP PKK Kota Bekasi, serta Dinas Tata Pemerintahan turun langsung melihat sejumlah inovasi masyarakat pada Rabu, 23 September 2025.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan setelah berbagai program dan inovasi dipaparkan pada tahap presentasi.
Dalam verifikasi itu, tim penilai melihat langsung pemanfaatan ruang, pengelolaan lingkungan, pengolahan limbah, hingga kegiatan masyarakat yang memiliki potensi memberikan nilai sosial dan ekonomi.
Salah satu lokasi yang dikunjungi merupakan area ruang kosong di lingkungan kelurahan yang dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis bibit tanaman melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).
Pemanfaatan lahan tersebut menjadi upaya masyarakat mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan.
Eco-enzyme Diolah Jadi Produk Bernilai Guna
Inovasi lainnya terlihat dalam pengolahan eco-enzyme berbahan dasar limbah organik. Hasil pengolahan kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari sabun, kerajinan, hingga produk kebutuhan kecantikan seperti lotion dan parfum.
Eco-enzyme juga dikembangkan untuk kebutuhan kesehatan dan terapi, salah satunya melalui pemanfaatannya sebagai bahan pada bantal terapi.
Tim penilai kemudian mengunjungi lokasi budidaya ikan nila milik warga yang memanfaatkan area sederhana di lingkungan rumah.
Budidaya tersebut telah berkembang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat. Produksinya mencapai sekitar 15 kilogram ikan setiap bulan dan dipasarkan kepada warga sekitar.
Limbah Industri Tempe Jadi Sumber Energi
Inovasi pengelolaan limbah juga terlihat dari pemanfaatan limbah cair industri tempe.
Bekerja sama dengan Universitas Pertamina, masyarakat mengolah limbah cair tersebut menjadi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi warga.
Saat ini, pemanfaatannya telah digunakan sekitar empat kepala keluarga.
Selain menghasilkan energi, hasil pengolahan limbah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk cair untuk mendukung kegiatan perkebunan masyarakat.
Di lokasi yang sama, tim penilai melihat budidaya ikan lele yang dikembangkan warga dengan hasil panen mencapai sekitar 50 kilogram.
Rangkaian verifikasi kemudian dilanjutkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di lokasi tersebut, tim melihat kreativitas guru dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi dekorasi ruang kelas.
Salah satunya berupa dekorasi berbentuk pohon menjuntai yang dibuat dari material bekas, selain berbagai hasil kerajinan lainnya.
Wiwiek Dorong Inovasi Jadi Kebiasaan
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kreativitas masyarakat dalam mengubah barang yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Yang kami lihat hari ini bukan hanya bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang yang ada, tetapi juga bagaimana limbah dan barang yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ada yang menjadi produk rumah tangga, produk kecantikan, pupuk, sumber energi, bahkan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Wiwiek.
Menurut Wiwiek, berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan limbah juga dinilai dapat berjalan beriringan dengan peningkatan nilai ekonomi apabila dilakukan secara kreatif dan berkelanjutan.
“Harapannya, inovasi seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah program atau perlombaan saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi kebiasaan masyarakat. Ketika lingkungan lebih terkelola, limbah bisa dimanfaatkan, dan masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi, tentu manfaatnya menjadi lebih luas,” tambahnya.
Verifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk melihat secara langsung keberlanjutan berbagai inovasi yang sebelumnya telah dipaparkan sekaligus menggali potensi pengembangan program di tengah masyarakat.
Melalui berbagai praktik tersebut, masyarakat tidak hanya didorong menjaga kebersihan dan lingkungan, tetapi juga menciptakan siklus pemanfaatan kembali sumber daya yang memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara bersamaan
